Dokumen Sensitif dan Rahasia Milik Inggris Ditemukan di Halte Bus
Ilustrasi, sumber foto: freedigitalphotos/photostock
Media Tangkas - Sebuah dokumen Kementerian Pertahanan Inggris ditemukan minggu lalu di halte bus di Kent, sekitar 60 kilometer sebelah timur ibukota London. Dokumen tersebut dikatakan sebagai dokumen sensitif dan rahasia yang ditemukan oleh seorang warga dan dilaporkan ke BBC.
Beberapa poin penting tentang isi dokumen tersebut berkaitan dengan peristiwa di perairan dekat Krimea, ketika kapal perang Inggris diperingatkan akan adanya tembakan dan bom oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Rusia. Selain itu, ada juga informasi penting lainnya seperti rekomendasi militer sensitif di Afghanistan serta aroma kecemasan pasca-Brexit.
Dokumen rahasia yang ditemukan terdiri dari hampir 50 halaman
https://twitter.com/BBCBreaking/status/1409044749508657154
Penemuan dokumen rahasia Kementerian Pertahanan Inggris itu terjadi pekan lalu, Selasa pagi (22/6). Penemu yang tidak mau disebutkan namanya itu melaporkannya ke BBC dan berita tersebut dimuat pada Minggu (27/6).
Meluncurkan halaman kantor berita Reuters, dokumen rahasia yang ditemukan hampir 50 halaman. Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan "Departemen menangani keamanan informasi dengan sangat serius dan penyelidikan telah diluncurkan."
Partai Buruh oposisi Inggris membuat komentar pedas dan kritik yang menyatakan bahwa penemuan dokumen rahasia oleh anggota masyarakat "sama-sama memalukan dan mengkhawatirkan bagi para menteri."
Juru bicara kementerian luar negeri Rusia Maria Zakharova mengejek pemerintah Inggris di saluran media sosial. Dia berkata "dan sekarang pertanyaan seperti teka-teki untuk parlemen Inggris, mengapa kita membutuhkan 'peretas Rusia' jika ada halte bus Inggris?"
Kontroversi kapal perang Inggris di perairan semenanjung Krimea
https://twitter.com/TheSun/status/1409056825778094082
Pekan lalu, kapal perang Inggris HMS Defender berada di perairan semenanjung Krimea. Kapal tersebut kemudian diperingatkan oleh Rusia untuk menjauh karena dianggap melanggar batas wilayahnya. Krimea adalah wilayah Ukraina yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014.
Peringatan yang diberikan Rusia kepada kapal perang Inggris tersebut adalah rentetan tembakan dan bom yang dijatuhkan di jalur kapal. Meski begitu, pemerintah Inggris membantahnya.
Melansir laman Politico, soal kejadian tersebut, dokumen rahasia yang ditemukan di halte juga menyinggung informasi tersebut. Dalam dokumen tersebut dilaporkan bahwa Rusia telah melakukan tiga tanggapan potensial. Tiga tanggapan Rusia berkisar dari "aman dan profesional" hingga "tidak aman maupun profesional."
Perairan semenanjung Krimea adalah wilayah yang disengketakan. Kehadiran Inggris di sana termasuk menunjukkan dukungannya terhadap Ukraina. Menurut dokumen rahasia yang ditemukan, pejabat Inggris mengesampingkan pilihan untuk menghindari perairan yang diperebutkan, yang menurut mereka akan digambarkan Rusia sebagai bukti "Inggris takut/lari."
Rekomendasi militer yang sensitif di Afghanistan
Sebuah dokumen rahasia dari Kementerian Pertahanan Inggris, file yang ditemukan di halte bus termasuk alamat email dan presentasi PowerPoint yang membahas masalah tertentu. Selain memuat informasi tentang kontroversi keberadaan kapal perang Inggris di perairan semenanjung Krimea, dokumen tersebut rupanya juga memuat informasi tentang jejak Inggris di Afghanistan.
Dokumen tersebut membahas permintaan Amerika untuk bantuan Inggris di daerah-daerah tertentu, dan menjawab pertanyaan apakah pasukan khusus Inggris akan tetap berada di Afghanistan setelah penarikan selesai. Ada juga informasi militer sensitif lainnya tetapi tidak dirinci oleh BBC.
Penemuan dokumen rahasia milik Kementerian Pertahanan itu disebut sebagai aib besar. Investigasi terperinci saat ini sedang berlangsung tentang bagaimana surat-surat penting tergeletak di sudut jalan, di tengah hujan, di belakang halte bus.
John Healey, menteri pertahanan Partai Buruh, mengatakan dia terkejut bahwa dokumen-dokumen itu telah meninggalkan Kementerian Pertahanan. Dia mengingatkan departemen agar tidak melakukan kesalahan yang sama dan meminta pejabat Kementerian Pertahanan untuk segera melapor ke House of Commons (parlemen).


No comments