Anjuran Penggunaan GeNose, 6 Jam Setelah Sahur

 

Calon penumpang kereta api mengembuskan nafasnya ke dalam kantong untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). PT Kereta Api Indonesia akan menggunakan GeNose C19 untuk tes COVID-19 bagi para calon penumpang kereta api (KA) jarak jauh mulai Jumat (5/2/2021). Hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan para penumpang kereta api. tirto.id/Andrey Gromico


Peneliti GeNose C19, Dian Kesumapramudya menjelaskan, GeNose C19 masih bisa digunakan untuk menyaring COVID-19 selama bulan puasa Ramadhan. Namun, ada beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan agar pembacaan hasil genose bisa akurat.


“Diupayakan pemeriksaan GeNose dilakukan saat pagi hari,” kata Dian seperti dikutip dari UGM.ac.id, Rabu (14/4/2021).


Sebaiknya dilakukan 6 jam setelah sahur


Dian menjelaskan pemeriksaan GeNose disarankan dilakukan pada pagi hari seoptimal mungkin 6 jam setelah sahur. Karena jika pengujian dilakukan lebih dari 6 jam setelah sahur dikhawatirkan akan terjadi peningkatan asam lambung yang akan berpengaruh pada hasil pembacaan GeNose.


“Terkait peningkatan asam lambung ini sebenarnya bisa diatasi dengan berkumur, meski tetap yang paling optimal kurang dari 6 jam sesudah sahur pemeriksaan GeNose-nya,” terangnya.


Pemeriksaan GeNose sebaiknya satu jam setelah buka puasa


Mohamad Saifuddin Hakim, anggota peneliti GeNose C19 menambahkan, waktu yang disarankan untuk pemeriksaan GeNose adalah setelah buka puasa.


“Selain pagi, tes GeNose sebaiknya dilakukan 1 jam setelah berbuka puasa,” imbuhnya.


Pada hari-hari biasa, untuk menyaring infeksi virus SARS Cov-2 melalui nafas ini, pengguna diminta untuk berpuasa atau tidak makan atau minum yang berbau unik. Selain itu, jangan merokok sekitar 30 menit hingga 60 menit sebelum pemeriksaan. Dengan begitu, ini meminimalkan terjadinya positif palsu untuk pembacaan GeNose C19.


GeNose C19 sedang dalam proses validasi eksternal


Terkait validasi, Dian mengatakan saat ini GeNose C19 sedang dalam proses validasi eksternal sebelum dapat digunakan dalam penanganan COVID-19 nasional.


Validasi eksternal adalah tes diagnostik yang dilakukan secara independen oleh tim peneliti lain. Beberapa peneliti yang terlibat dalam validasi eksternal ini antara lain Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Andalas.


“Nantinya, kalau dari validasi eksternal ini hasil akurasi konsisten kemungkinan besar GeNose direkomendasikan Kementerian Kesehatan untuk perluasan pemakaiannya termasuk di puskesmas-puskesmas,” ujarnya.


Saat ini, GeNose C-19 telah diimplementasikan sebagai syarat screening bagi penumpang penumpang kereta dan pesawat. Sebanyak 44 stasiun di negara tersebut telah menggunakan GeNose untuk pemeriksaan COVID-19. Menyusul empat bandara yakni di Medan, Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya.

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas



Anjuran Penggunaan GeNose, 6 Jam Setelah Sahur Anjuran Penggunaan GeNose, 6 Jam Setelah Sahur Reviewed by Dessy Kumalasari on 12:16 AM Rating: 5

No comments