Agar Tetap Sehat Ikuti 5 Tips Penuhi Kebutuhan Nutrisi Selama Puasa

 

Ilustrasi, sumber foto: Istimewa


Bulan suci Ramadhan adalah bulan dimana umat Islam di seluruh dunia berpuasa selama 29-30 hari. Di Indonesia, lamanya waktu puasa sekitar 13 jam, mulai dari subuh hingga matahari terbenam.


Selama bulan Ramadhan, pola makan orang yang berpuasa berubah, dari saat mereka makan hingga porsinya. Meski begitu, kamu tetap harus memastikan asupan nutrisi yang dibutuhkan. Ini penting agar kesehatan tetap terjaga.


Bagaimana caranya? Berikut ini adalah rekomendasi dari World Health Organization (WHO) dan British Nutrition Foundation agar kita semua dapat memenuhi kebutuhan nutrisi kita selama berpuasa.


1. Minum banyak cairan saat sahur dan buka puasa


Air sangat penting untuk kehidupan. Di dalam tubuh, air berperan dalam mengangkut nutrisi dan senyawa dalam darah, mengatur suhu tubuh, membuang limbah, serta melumasi dan menopang persendian. Minum banyak cairan sangat penting dilakukan untuk menggantikan cairan yang hilang setelah seharian berpuasa.


Air adalah pilihan terbaik, tetapi kamu juga bisa mengkonsumsi susu, jus buah, air kelapa, atau smoothie. Semua pilihan ini akan memberikan hidrasi tanpa tambahan kalori atau gula tambahan. Minuman berbahan susu dan buah-buahan akan memberikan gula dan nutrisi alami yang baik untuk tubuh.


2. Perbanyak konsumsi lemak tak jenuh dan hindari lemak jenuh


Makan sumber lemak tak jenuh, seperti ikan, alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, kedelai, kanola, bunga matahari, dan minyak jagung. Selain itu, hindari lemak jenuh, seperti daging berlemak, mentega, minyak kelapa, krim, keju, dan ghee.


Hindari lemak trans karena dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan. Lemak trans ini sering ditemukan pada makanan olahan, makanan cepat saji, makanan ringan, gorengan, pizza, kue, margarin, dan selai.


3. Masak sendiri makananmu


Sedapat mungkin, masak makanan di rumah untuk meningkatkan kualitas makanan. Makanan yang dimasak sendiri umumnya lebih sehat dan bergizi daripada makanan yang dibeli di luar rumah, karena kamu tahu persis apa yang kamu tambahkan. Selain itu, banyak makanan yang diproduksi di luar rumah mengandung kalori, garam, lemak, dan gula yang tinggi, yang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.


Selain itu, makan di luar selama pandemi COVID-19 juga meningkatkan peluang kamu terpapar virus SARS-CoV-2. Jadi, masakan rumahan adalah pilihan terbaik untuk Ramadhan tahun ini dan sebanyak mungkin setelahnya.


4. Batasi asupan garam dan gula


Saat menyiapkan makanan, batasi garam dan bumbu yang mengandung natrium tinggi, seperti kecap. Idealnya, kamu perlu membatasi asupan garam harian hingga kurang dari 5 gram atau sekitar 1 sendok teh, dan gunakan garam beryodium. Selain itu, hindari camilan yang tinggi garam dan gula.


Batasi asupan minuman ringan yang tinggi gula, seperti soda jus buah, konsentrat dan sirup jus buah, susu perasa, dan minuman yogurt. Sebisa mungkin, pilihlah buah segar daripada camilan manis, seperti biskuit dan kue.


5. Jangan melewatkan sahur


Kita dianjurkan makan sahur setiap hari. Hal ini berlaku khususnya pada kelompok khusus, seperti lansia, remaja, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak yang berpuasa.


Makanan sarapan ringan ini perlu menyertakan sayuran, satu porsi karbohidrat sehat, protein, dan serat. Menu sahur yang tepat akan membuat kenyang lebih lama dan bisa berpuasa lebih lancar.


Dengan menjalankan tips-tips diatas diharapkan kamu dapat memperoleh nutrisi yang cukup selama berpuasa, sehingga kesehatan kamu juga semakin meningkat, yang merupakan salah satu tujuan puasa itu sendiri.

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas



Agar Tetap Sehat Ikuti 5 Tips Penuhi Kebutuhan Nutrisi Selama Puasa Agar Tetap Sehat Ikuti 5 Tips Penuhi Kebutuhan Nutrisi Selama Puasa Reviewed by Dessy Kumalasari on 12:19 AM Rating: 5

No comments