BPJAMSOSTEK Berikan Vaksin Kedua Kepada 2.7 Ribu Karyawannya

 

Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 Sinovac kepada Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya (kiri) saat vaksinasi COVID-19 di Rumah Sakit Abdoel Moeleok Provinsi Lampung, Lampung, Kamis (14/1/2021). (Foto: ANTARA FOTOArdiansyah)


BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) berkomitmen penuh untuk mendukung percepatan cakupan program pemerintah dalam pengendalian COVID-19.


Oleh karena itu, BPJAMSOSTEK memberikan vaksin kedua kepada 2.766 pegawai sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, yakni minimal 14 hari setelah pemberian tahap pertama di Graha BPJAMSOSTEK pada 3-4 April 2021.


Direktur Umum & SDM BPJS Ketenagakerjaan, Abdur Rahman Irsyadi atau yang akrab disapa Ari mengatakan, pihaknya mendukung langkah yang telah ditetapkan pemerintah dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.


“Pemberian vaksin kedua kepada karyawan ini sama dengan pelaksanaan yang pertama lalu, dilaksanakan pada hari libur sehingga tidak mengganggu layanan kami kepada peserta,” kata Ari.


Diperlukan intervensi untuk memutus rantai penyebaran COVID-19


Ari menjelaskan, intervensi perlu dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 melalui vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan kesehatan.


“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh unit kerja BPJAMSOSTEK untuk proaktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah atau dinas kesehatan setempat agar mendapatkan vaksinasi, mengingat karyawan kami melayani peserta di seluruh Indonesia sehingga memiliki risiko terpapar cukup tinggi,” jelasnya.


Ari juga berpesan kepada seluruh karyawan untuk selalu mengingat jargon "Vaksin ampuh protokol (kesehatan) tetap patuh" yang artinya vaksinasi merupakan salah satu upaya manajemen untuk melindungi karyawan dari tertular COVID-19 di tempat kerja, namun harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan 5M secara disiplin.


Berbagai persiapan dilakukan untuk memenuhi standar kelayakan pemberian vaksin


Untuk mendukung kelancaran kegiatan vaksinasi, BPJAMSOSTEK bekerjasama dengan berbagai instansi, seperti Kementerian Kesehatan, tim vaksinator dari RSCM (RS Cipto Mangunkusumo) dan RS Bhakti, Sudin Kesehatan Jakarta Selatan, Puskesmas Mampang, Puskesmas Setiabudi , Klinik Nayaka, dan tim tim gawat darurat dari Rumah Sakit Medistra. Ditambah RS Pertamina dan RS Fatmawati sebagai rujukan.


Secara spesifik, beberapa unit di Kementerian Kesehatan yang terlibat antara lain Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes).


Berbagai persiapan di lokasi kegiatan juga dilakukan untuk memenuhi standar kelayakan pemberian vaksin, antara lain menyiapkan ruang gawat darurat, ruang observasi dan ruang tunggu, serta lokasi penyuntikan vaksin.


Tetap mematuhi protokol kesehatan meskipun sudah mendapatkan vaksin


Sementara itu Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Humaniora dan Manajemen Kesehatan yang juga koordinator pelaksanaan vaksinasi BPJAMSOSTEK Sugianto, SKM., MSc., PH mengingatkan bahwa program vaksinasi ini tidak serta merta membuat seseorang kebal COVID- 19. Oleh karena itu, ditekankan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan bahkan setelah menerima vaksin lengkap hingga tahap kedua.


Menurut pernyataannya, Ari juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah melalui Kementerian Kesehatan atas program vaksinasi bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya pegawai BPJAMSOSTEK.


Ia pun berharap program ini dapat berjalan sesuai dengan harapan pemerintah sehingga tujuan mulia pencapaian imunitas komunal (herd immunity) dapat terwujud dan Indonesia segera keluar dari pandemi COVID-19.

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas



BPJAMSOSTEK Berikan Vaksin Kedua Kepada 2.7 Ribu Karyawannya BPJAMSOSTEK Berikan Vaksin Kedua Kepada 2.7 Ribu Karyawannya Reviewed by Dessy Kumalasari on 1:23 AM Rating: 5

No comments