BMKG Sebut Cuaca Ekstrim Sebabkan Bencana di NTT
Ilustrasi, sumber foto: Pixabay/ Free-Photos
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) sejak 2 April 2021, telah mendeteksi Bibit Siklon Tropis 99S yang mulai terbentuk di sekitar Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
BMKG mengatakan, keberadaan Bibit Siklon Tropis 99S berpotensi menimbulkan cuaca ekstrim yang cukup signifikan berupa hujan yang sangat deras, angin kencang, gelombang laut tinggi yang berdampak pada terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah di NTT.
Bibit Siklon Tropis 99S berada pada posisi perairan Kepulauan Rote
Berdasarkan analisa terakhir pada tanggal 4 April 2021 pukul 19.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 99S berada pada posisi Kepulauan Rote, NTT, 10,3 Lintang Selatan dan 123,5 Bujur Timur atau sekitar 24 km barat daya Kupang.
“Dengan arah pergerakan sistem ke arah timur hingga timur laut dengan kecepatan 3 knots (6 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya adalah 30 knots (55 km/jam) dengan tekanan di pusat sistemnya mencapai 996 hPa,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam siaran persnya, Minggu 4 April 2021 malam.
Bibit Siklon Tropis 99S diharapkan muncul selama 6 sampai 12 jam
Diperkirakan intensitas Bibit Siklon Tropis 99S masih akan menguat dan mencapai intensitas siklon tropis pada dini hari hingga pagi hari, atau 6-12 jam kedepan, sekitar pukul 18 UTC atau 01.00 WIB pada tanggal 5 April 2021.
“Mengingat bahwa sistem siklon tropis tersebut masih berada di wilayah tanggung jawab Jakarta TCWC, maka nama siklon tropis yang akan diberikan adalah Seroja sesuai dengan urutan nama siklon tropis dari BMKG secara internasional,” kata Dwikorita.
Posisi Bibit Siklon Tropis 99S diperkirakan mengarah di sekitar Samudera Hindia
Sedangkan untuk prediksi 24 jam ke depan, posisi Bibit Siklon Tropis 99S diperkirakan berada di sekitar Samudera Hindia sebelah barat daya Pulau Rote, 11,3 Lintang Selatan dan 120,0 Bujur Timur, atau sekitar 185 km selatan barat daya Waingapu.
“Dengan arah gerak sistem ke arah barat barat daya, kecepatan 9 knots (10 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya 45 knots (85 km/jam) dengan tekanan di pusat diprediksikan sekitar 980 hPa,” kata Dwikorita.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas


No comments