Mendagri Tito Sebut Pembelajaran Tatap Muka Sebabkan Cluster, Hentikan
Ilustrasi, sumber foto: wowkeren.com
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan, evaluasi untuk pembelajaran tatap muka terbatas, harus selalu dilakukan. Ia mengatakan jika pembelajaran tatap muka menyebabkan cluster menyebarkan COVID-19, maka harus dihentikan.
“Tapi kalau ada daerah yang kita anggap tidak sukses, terjadi penularan, maka evaluasi ketat harus kita lakukan, bila perlu memberhentikan dulu dan memperbaiki,” kata Tito dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kemendikbud, Selasa (30/3/2021).
Mendagri menginginkan agar mekanisme pengawasan selalu dilakukan dalam kegiatan pembelajaran tatap muka
Terkait wacana belajar tatap muka terbatas, Tito meminta pemerintah daerah melaksanakan kegiatan ini berdasarkan zonasi risiko di daerahnya masing-masing. Menurutnya, masih harus ada mekanisme pengawasan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah ini.
“Perlu ada mekanisme pengawasan yang dilakukan dengan berbagai pihak tanpa bermaksud untuk menakuti anak-anak kita, para peserta didik, tapi memberikan cara-cara yang simpatik, edukatif kepada mereka agar mereka bisa menyadari pentingnya protokol kesehatan,” kata Mendagri.
Tito menghimbau agar kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas dilakukan dievaluasi
Mantan Kapolri ini juga mengatakan evaluasi sangat penting dalam memantau kegiatan belajar tatap muka, karena akan memberikan jawaban apakah daerah tersebut siap atau belum.
“Begitu dibuka yang satu, diawasi, berikan guidance lalu lakukan evaluasi. Evaluasi-evaluasi ini dilakukan secara bertingkat, sehingga kita bisa melihat apakah kebijakan ini bisa kita lanjutkan atau hentikan,” kata Tito.
Pemerintah akan membuka kegiatan belajar tatap muka terbatas mulai Juli 2021
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah akan membuka sekolah tatap muka pada Juli 2021. Oleh karena itu, program vaksinasi bagi guru atau pendidik ditargetkan selesai pada Juni 2021.
“Sehingga pada tahun ajaran baru di Juli 2021, diharapkan seluruh satuan pendidikan dapat menyediakan layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas,” ujar Muhadjir dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di kanal YouTube YouTube Kemendikbud RI, Selasa (30/3/2021).
Pembelajaran tatap muka terbatas tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Agama (Menag).
Muhadjir mengatakan, saat ini pemerintah juga telah melaksanakan program vaksinasi. Pendidik dan tenaga kependidikan termasuk dalam prioritas vaksinasi pemerintah. Jadi, targetnya vaksinasi untuk bidang pendidikan selesai pada Juni 2021.
“Vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan ditargetkan dapat selesai paling lambat Juni 2021. Ini sesuai dengan komitmen dari Pak Menkes yang sekarang hadir,” ujarnya.
Muhadjir mengatakan, keberhasilan pelaksanaan keputusan empat menteri tentang pembelajaran tatap muka tergantung pada komitmen bersama. Menurutnya, sinergi penting untuk menjalin koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Saya sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah untuk pelaksanaan keputusan empat menteri ini dengan turut memberikan sosialisasi kepada satuan pendidikan yang ada di wilayahnya masing-masing,” kata Muhadjir.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas

No comments