Kenali Amnesia Disosiatif, Gangguan Mental Akibat Trauma Psikologis
Ilustrasi, sumber foto: sipayo.com
Umumnya, kondisi hilang ingatan atau amnesia yang paling terkenal adalah amnesia akibat penyakit atau cedera pada otak. Namun, ada juga amnesia yang terjadi akibat trauma psikologis yang disebut amnesia disosiatif atau amnesia psikogenik.
Amnesia disosiatif merupakan salah satu gangguan disosiatif. Gangguan disosiatif adalah penyakit mental yang melibatkan gangguan pada ingatan, kesadaran, identitas atau persepsi. Kondisi tersebut tentunya dapat mengganggu fungsi seseorang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Tidak seperti amnesia biasa, amnesia disosiatif lebih mungkin terjadi pada orang yang pernah mengalami peristiwa traumatis. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang amnesia disosiatif, simak ulasan berikut ini, ya!
1. Tidak dapat mengingat informasi tertentu akibat trauma yang pernah dialami
Melansir Cleveland Clinic, amnesia disosiatif terjadi ketika seseorang memblokir informasi tertentu, biasanya terkait dengan peristiwa stres traumatis atau parah, sehingga mereka tidak dapat mengingat informasi pribadi yang sebenarnya penting.
Amnesia disosiatif relatif jarang. Tercatat, kondisi ini dialami sekitar 1 persen pria dan 2,6 persen wanita pada populasi umum.
Amnesia ini cenderung meningkat selama periode stres atau traumatis, seperti masa perang atau setelah mengalami bencana alam.
2. Kenangan disimpan sangat dalam di pikiran
Amnesia disosiatif berbeda dengan amnesia yang umumnya disebabkan oleh penyakit atau cedera otak. Melansir WebMD, dalam amnesia disosiatif, memori masih ada, tetapi disimpan sangat dalam di pikiran dan tidak dapat diingat. Namun, ingatan tersebut dapat kembali dengan sendirinya setelah dipicu oleh sesuatu di sekitarnya.
Seperti yang dijelaskan di halaman Psychology Today, penderita amnesia disosiatif mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan ingatan meskipun mereka terlihat bingung. Tidak seperti kehilangan ingatan akibat cedera otak atau penyakit, orang dengan amnesia disosiatif tampaknya jarang menunjukkan kepedulian tentang kondisi tersebut.
3. Penyebabnya terkait dengan peristiwa traumatis
Amnesia disosiatif dikaitkan dengan stres yang berlebihan, yang mungkin disebabkan oleh peristiwa traumatis. Misalnya akibat perang, pelecehan, kecelakaan, atau bencana alam yang pernah dialami atau disaksikan sendiri.
Selain itu, mungkin ada faktor genetik pada amnesia disosiatif. Ini karena penderita kelainan ini terkadang memiliki kerabat dekat dengan kecenderungan untuk mengembangkan kondisi tersebut.
4. Gejala amnesia disosiatif
Melansir WebMD, gejala utama amnesia disosiatif adalah ketidakmampuan mendadak untuk mengingat peristiwa masa lalu atau informasi pribadi. Beberapa orang dengan gangguan ini juga tampak bingung dan mengalami depresi atau kecemasan.
5. Jenis amnesia disosiatif
Orang yang mengalami amnesia disosiatif mungkin merasa tidak terhubung dengan dunia di sekitar mereka. Periode disosiasi ini bisa berlangsung selama berjam-jam atau berhari-hari. Bahkan, dalam beberapa kasus bisa bertahan lebih lama. Ini bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Melansir Healthline, berikut adalah beberapa jenis amnesia disosiatif:
Localized. Kondisi ketika seseorang tidak dapat mengingat peristiwa dari periode waktu tertentu.
Generalized. Kondisi seseorang yang benar-benar hilang ingatan, termasuk hal-hal seperti identitas dan daftar riwayat hidup.
Fugue. Dalam tipe ini, seseorang melupakan sebagian besar atau semua informasi pribadinya dan dapat melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang biasanya tidak ia kunjungi. Dalam kasus lama, orang tersebut mungkin menggunakan identitas baru.
6. Pengobatan dilakukan dengan terapi
Dirangkum dari beberapa sumber, tujuan pengobatan amnesia disosiatif adalah untuk meredakan gejala amnesia, agar dapat berhubungan kembali dengan lingkungan, membantu belajar menghadapi peristiwa traumatis dengan cara yang aman, meningkatkan fungsi dengan mempelajari kehidupan baru atau keterampilan mengatasi.
Beberapa perawatan yang bisa dilakukan antara lain:
Psikoterapi. Terapi ini biasa digunakan untuk mengatasi gangguan mental dan emosional.
Terapi perilaku kognitif. Terapi ini berfokus pada perubahan pola pikir disfungsional dan perasaan serta perilaku yang dihasilkan.
Terapi keluarga. Terapi ini membantu mendidik keluarga pasien tentang gangguan dan penyebabnya, serta membantu anggota keluarga mengenali gejala kambuhnya penyakit.
Terapi kreatif (terapi seni atau musik). Terapi ini memungkinkan pasien untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka dengan cara yang aman dan kreatif.
Obat-obatan. Tidak ada obat khusus untuk mengobati amnesia disosiatif. Obat-obatan digunakan untuk mengobati kondisi yang dapat terjadi bersamaan dengan amnesia, seperti depresi dan gangguan kecemasan.
Itulah beberapa informasi tentang amnesia disosiatif. Jika kamu mengalami kejadian yang membuat trauma, sebaiknya jangan disimpan sendiri. Minta bantuan kerabat dekat atau konsultasikan ke psikiater untuk solusi mengatasi trauma tersebut.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas


No comments