Kante Yang Selalu Ada Dimana-mana
N’Golo Kante yang sukses menjaga lini tengah Chelsea. Sumber foto: viva.co.id
Chelsea sukses mengalahkan Atletico Madrid dan berhasil mengamankan tiket ke babak perempatfinal Liga Champions. Kali ini, Pemain asal Prancis N'Golo Kante yang jadi bintang kemenangan The Blues.
Chelsea berhasil tampil sempurna saat menghadapi Atletico di babak 16 besar Liga Champions. Dua leg sudah dilewati dengan meraih kemenangan.
Setelah menang 1-0 di Wanda Metropolitano pada leg pertama, Chelsea kembali melanjutkan tren kemenangan di leg kedua. Bermain di kandang sendiri di Stamford Bridge, London, Inggris, Kamis (18/3/2021) dini hari WIB, The Blues menang 2-0.
Gol-gol Chelsea sukses dicetak oleh Hakim Ziyech di menit ke-34 dan Emerson pada menit ke 90+4. Chelsea berhasil menang dengan agregat 3-0 atas Atletico Madrid.
Pemain Chelsea yang menjadi bintang kemenangan di laga tersebut adalah N'Golo Kante. UEFA pun akhirnya menyelamatkannya sebagai Man of The Match.
Kante yang bermain penuh selama 90 menit. Gelandang bertahan asal Prancis itu diplot sebagai gelandang tengah menemani Mateo Kovacic.
Kante yang mampu menjadi tembok pertahanan pertama dari Chelsea. Kante juga menjelajahi setiap area pertahanan Chelsea, demi berhasil menyapu aliran bola dari tim Atletico Madrid.
Kante juga tercatat telah melakukan 13 kali ball recoveries yang merupakan hasil terbanyak di laga itu. Tak cuma itu, Kante juga beberapa kali berhasil menusuk kotak penalti lawan.
Khususnya pada gol kedua Chelsea, Kante juga ikut terlibat. Lewat situasi dari serangan balik setelah tendangan sudut dari Atletico di area Chelsea berhasil dipatahkan, Christian Pulisic pun berlari untuk menggiring bola dari tengah.
Kante, yang berlari di sebelah kanannya dan mampu mengecohkan dua bek dari Atletico. Pulisic lantas langsung mengoper ke kiri, kepada Emerson yang lebih bebas tak terkawal. Nama terakhir akhirnya mampu untuk menceploskan bola dan menggandakan keunggulan Chelsea.
Manajer Chelsea, Thomas Tuchel ketika ia ditanya soal performa N'Golo Kante. Bagi Tuchel, walau Kante sudah mendekati usia 30 tahun tapi fisik dan staminanya masih saja kuat dan tidak terlihat seperti pemain seumurannya.
"Kante juga memberikan intensitas yang sungguh luar biasa bagi tim. Senang bisa melatihnya saat ini, dia sangat rendah hati dan sangat membantu sekali di lapangan," kata Tuchel seperti dilansir dari situs resmi UEFA.
"Dia adalah anugerah terbesar untuk tim Chelsea dengan penuh kualitas permainannya. Penampilannya bersama Mateo Kovacic sungguh bisa diandalkan di lini tengah Chelsea," lanjutnya.
John Peacock, selaku UEFA Technical Observer yang memberikan penghargaan Man of The Match juga memberi komentar soal N'Golo Kante. Menurutnya, Kante memang selalu berada di mana-mana di sisi tengah, belakang bahkan depan.
"Dia juga bisa mengontrol lini tengah lapangan dan terus-menerus menghentikan permainan. Dia juga bagus dalam Dalam transisi, memberikan umpan-umpan pendek, mengendalikan bola dengan sabar dan dalam, penguasaan bola, dan penampilannya sangat disiplin," paparnya.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas


No comments