Penjelasan Dinkes soal Positif COVID-19 Usai Divaksin di Kota Bogor
Ilustrasi, sumber foto: aa.com.tr
Berstatus positif COVID-19 setelah divaksinasi adalah hal yang paling tidak diharapkan, tetapi itu terjadi. Seperti yang dialami salah satu jurnalis di kota Bogor, Jawa Barat, M Aprian Romadhoni.
Pria yang akrab disapa Doni ini mengalami gejala demam setelah divaksinasi. Setelah menjalani tes, dia dinyatakan positif COVID-19.
Doni menjalani vaksinasi pertama
Sekitar seminggu lalu, Doni menjalani vaksinasi COVID-19 pertama pada Jumat, 12 Maret 2021 pukul 10.54 WIB. Sebelum vaksinasi, serangkaian tes atau skrining dilakukan.
Setelah divaksinasi dan menunggu selama 30 menit, Doni tidak merasakan efek samping apapun. Hanya lemas dan mengantuk dan sedikit lapar.
Namun, usai salat Jumat, tepatnya pukul 13.00 WIB, badan Doni mulai bereaksi. Dia merasa lemas dan demam.
“Dari pukul 13.00 WIB saya sempat tidur dari pukul 15.00 sampai dengan pukul 17.30 WIB," ujarnya saat dihubungi.
Demam tidak mereda
Saat bangun, bukaan menjadi lebih baik, panas tubuhnya juga tidak berkurang.
“Termometer suhu tubuh saya 37,9,” kata Doni.
Pada Selasa, 16 Maret 2021 pukul 10.00 WIB, akhirnya Doni melakukan tes usap di Puskesmas Mekarwangi, Bogor.
“Usai swab, Selasa sore hari mulai terasa puyeng lagi seperti vertigo dan berkeringat. Petugas meminta agar isolasi mandiri terhitung 16 Maret sampai 30 Maret. Selama 14 hari, dan dinyatakan positif,” kata Doni.
Vaksin sinovac tidak menyebabkan infeksi
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno membantah vaksin Sinovac yang telah divaksinasi dapat menginfeksi tubuh penerima COVID-19.
Ia menjelaskan, vaksin Sinovac mengandung virus yang telah dimatikan. Artinya, kata dia, tidak menimbulkan efek infeksi karena dinding sel telah rusak akibat proses pembuatan vaksin, namun matriks genetik di dalamnya tetap dijaga agar dapat merangsang antibodi.
“Jadi vaksin Sinovac tidak mengakibatkan infeksi COVID-19,” kata Sri Nowo.
Jika ada kasus setelah vaksinasi yang terkonfirmasi positif COVID-19, kata dia, ada kemungkinan sudah tertular COVID-19 sebelum vaksinasi, atau sudah tertular virus corona setelah vaksinasi namun sebelum terbentuk antibodi sempurna. .
“Kemungkinan sudah terinfeksi, atau terinfeksi setelah vaksin namun antibodi belum terbentuk. Ini penjelasan dari Dr Erwanto SpPD,” ucapnya.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas

No comments