Pembangunan Ibu Kota Baru Terdengar Lagi
Presiden Joko Widodo meninjau rencana ibu kota di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa 17 Desember 2019. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Pembangunan ibu kota baru kini mulai terdengar lagi setelah isu tenggelam akibat pandemi COVID-19. Pemerintah kini mulai mempercepat pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur.
Dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan Istana Kepresidenan akan segera dibangun di Kalimantan Timur. Bahkan, dia menyebut Presiden Joko Widodo "Jokowi" sempat menggelar upacara 17 Agustus di Istana Kepresidenan di Kalimantan Timur.
Lalu, seperti apa perkembangan perkembangan ibu kota baru ini?
Peletakan batu pertama Istana Kepresidenan di ibu kota baru akan dilaksanakan tahun ini
Dalam rapat kerja dengan DPR, Suharso mengatakan pemerintah sedang menyelesaikan masterplan pembangunan ibu kota baru. Ia mengatakan, groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan ibu kota baru akan dilakukan tahun ini.
“Kalau semuanya berjalan dengan baik dan sesuai dengan rancangan di-masterplan yang disusun, dan detail plan yang sudah disiapkan. Kami optimis mudah-mudahan Istana Presiden bisa di groundbreaking pada tahun ini,” ujar Suharso seperti yang disiarkan di kanal YouTube Komisi XI DPR RI, Rabu (17/3/2021).
Senada dengan Suharso, Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan peletakan batu pertama pembangunan Istana Kepresidenan akan dilakukan tahun ini.
“Insya Allah mudah-mudahan. Mohon doanya semua masyarakat Kaltim. Tahun ini direncanakan dimulainya groundbreaking pembangunan Istana Baru Presiden di Lokasi IKN Baru,” ujar Isran Noor seperti dikutip dari situs kaltimpemprov.go.id.
Menteri Bappenas menyampaikan, Jokowi bisa melangsungkan upacara 17 Agustus di Ibu Kota baru
Selain itu, Suharso juga optimistis pembangunan Istana Kepresidenan bisa segera rampung. Pasalnya, kata dia, Presiden Jokowi bahkan sempat menggelar upacara 17 Agustus di Kaltim.
“Kami sampaikan kepada Bapak Presiden, mudah-mudahan kalau semuanya berjalan dengan baik dan vaksinasi benar-benar bisa mencapai herd immunity, maka tanggal 17 Agustus 2024, Presiden bisa melaksanakan, kita melaksanakan peringatan 17 Agustus di ibu kota negara yang baru," kata Suharso.
Pembangunan Istana Kepresidenan dikatakan dapat membangun kepercayaan investor
Suharso kemudian mengatakan pembangunan Istana Kepresidenan tahun ini diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi. Selain itu juga untuk meningkatkan kepercayaan investor.
“Dengan demikian orang ada trust dengan kita dan sektor-sektor lain akan ikut dengan sendirinya,” kata Suharso.
Pembangunan Istana Kepresidenan menunggu pengesahan UU IKN
Sementara itu, Wakil Bupati Penajem Paser Utara H Hamdam mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan Istana Kepresidenan menunggu disahkannya RUU Tentang Pemindahan Ibu Kota Negara. RUU pemindahan ibu kota baru masih menunggu persetujuan DPR.
“Peletakan batu pertama pembangunan IKN di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tentu menunggu RUU tentang IKN disahkan oleh DPR RI sebagai dasar hukumnya,” ujar Wakil Bupati Hamdam, Jumat (19/3/2021).
Hamdan mengatakan, pemerintah tidak bisa sembarangan melaksanakan pembangunan IKN tanpa landasan hukum yang kuat. Menurut dia, RUU IKN nantinya akan menjadi dasar hukum pengembangannya di Kalimantan Timur (Kaltim).
Apalagi, dalam berbagai kesempatan, kata Hamdan, Presiden Joko Widodo sudah menegaskan kelanjutan pembangunan IKN tinggal menunggu pengesahan RUU tersebut. Sehingga pemerintah dalam hal ini tidak menyalahi prosedur sesuai ketentuan administrasi negara.
“Bahkan bapak Jokowi telah menyatakan dari beberapa media massa pembangunan IKN menunggu RUU tersebut disahkan oleh DPR,” kata Hamdam.
Dua proyek bendungan dibangun untuk mendukung IKN baru
Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten PPU, Nicko Herlambang mengungkapkan, untuk menunjang kebutuhan air bersih di kawasan IKN pemerintah sedang membangun dua proyek bendungan di kawasan PPU, yakni Bendungan Sepaku dan Bendungan Gerak Sungai Talake. Dua proyek masih berlangsung.
“Saat ini pembangunan Bendungan Sepaku memasuki tahapan proses pembangunan fisik bendungan dengan total anggaran pembangunan dialokasikan sebesar Rp900 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN),” ujarnya.
Ia mengatakan, luas bendungan Sepaku mencapai 437 hektar, meliputi badan bendungan dan area genangan. Lokasinya berada di Desa Tengin Baru Sukomulyo dan Desa Argomulyo di Kecamatan Sepaku.
Dijelaskan Nicko, Bendungan Sepaku dibangun dengan tujuan mendukung terciptanya ketahanan air dan pangan. Kemudian sebagai persiapan pemindahan ibu kota negara dalam hal ketersediaan air bersih.
Sementara itu, pembangunan bendungan gerak di Sungai Talake dengan total anggaran pembangunan sebesar Rp 1,7 triliun untuk pembiayaan pembebasan lahan dan pengerjaan fisik bendungan tersebut, kini sudah memasuki proses lelang.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas

No comments