Kerja Keras atau Kerja Cerdas? Nih 5 Hal untuk Menyeimbangkannya

 

Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock


Beberapa dari kita yang telah lulus kuliah pasti ingin memiliki pekerjaan yang cocok untuk kita. Biasanya ada beberapa kriteria yang ditetapkan, disini. Mulai dari gaji, rekan kerja hingga jenjang karir. Jadi, apa yang dapat kita lakukan agar berhasil dalam pekerjaan kita? Apakah jawabannya bekerja keras atau bekerja dengan cerdas?


Meski sama-sama terdengar mirip, ternyata ada perbedaan besar di antara keduanya, lho. Jika kamu bekerja keras, kamu akan menggunakan hampir seluruh waktu untuk bekerja. Sedangkan jika kamu memilih untuk bekerja dengan cerdas, kamu tetap dapat membagi waktu dengan adil untuk pekerjaan dan aktivitas lainnya. Jangan bingung, guys. Keduanya saling melengkapi, kok. Untuk mengetahui bagaimana menyeimbangkan keduanya, inilah yang harus kita lakukan.


1. Tetapkan rutinitas untuk bekerja dan istirahat


Menghabiskan hampir seluruh tenagamu bekerja untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan gaji yang sama setiap bulannya, hanya akan membuatmu cepat lelah, guys! Memang ada beberapa perusahaan yang memberikan upah lembur yang biasanya dihitung dengan jam untuk karyawannya yang bekerja lebih dari jam operasional kerja, namun jika dipikir-pikir lebih teliti, tenaga dan waktu yang kamu keluarkan tidak akan terpikir olehnya. Sesuaikan dengan tambahan lembar rupiah yang kamu dapatkan. Kalaupun cukup, tubuh yang lelah akan membuat kamu mudah terserang penyakit.


Kamu bisa menyeimbangkan kerja keras yang biasa kamu lakukan dengan membuat jadwal dan mengatur waktu kerja dan istirahat atau aktivitas lainnya. Misalnya, kamu memiliki jam kerja yang telah ditetapkan oleh perusahaan tempat kamu bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, kemudian istirahat makan siang pada jam 12 siang. Jadi, gunakan semua fokus dan energimu untuk bekerja di antara jam-jam ini. Saat waktunya makan siang, kamu bisa menggunakannya untuk benar-benar mengistirahatkan pikiran dan energimu. Makan dan bicarakan hal-hal menyenangkan yang kamu sukai dengan orang yang membuatmu nyaman. Setelah waktu kerja habis, kamu bisa memanfaatkannya untuk melakukan aktivitas lain yang kamu sukai. Kamu secara tidak langsung memberikan energi baru pada tubuh dan pikiranmu.


2. Hargai hasil kerja kerasmu sendiri


Siapa bilang apresiasi hanya bisa diberikan dari orang lain untuk kita? Guys, kalian berhak memberikan apresiasi pada diri sendiri sebagai rasa terima kasih telah bekerja keras dan memberikan hasil yang terbaik untuk pekerjaan kalian.


Kamu tidak membutuhkan sesuatu yang mewah, kamu dapat memberikan apresiasi pada dirimu dengan membeli oleh-oleh sederhana seperti makan di restoran favorit atau bersantai sejenak di spa. Dengan begitu, rasa lelah pun akan hilang dengan sendirinya. Jika sudah bahagia, kamu bisa bekerja tanpa harus menghadapi stres yang nantinya akan merusak kesehatanmu, bukan?


3. Manfaatkan keahlian masing-masing individu dalam tim dan jangan dadakan


Setiap anggota tim pasti memiliki keahliannya masing-masing. Jangan sungkan untuk meminta bantuan atau sekedar nasehat, yang tentunya masih berkaitan dengan profesinya. Misalnya kamu harus membuat laporan yang akan dipresentasikan di depan klien, otomatis kamu perlu membuat visual yang menarik untuk mempercantik materi presentasimu, bukan? Jadi, mintalah bantuan desainer grafis untuk membuat desain tata letak sederhana dalam materi presentasimu. Komunikasikan secara terbuka kepadanya bahwa presentasi ini dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan.


Tapi, kamu harus meminta bantuan rekan kerjamu  dari jauh-jauh hari ya, guys! Cobalah untuk tidak meminta bantuan tiba-tiba. Sebab, hal-hal mendadak yang harus dilakukan biasanya tidak akan memberikan hasil yang maksimal dan memuaskan. Belum lagi, orang yang dimintai bantuan tiba-tiba pasti kesal karena akan mengganggu rencana kerja yang sudah diatur dalam satu hari. Posisikan dirimu sebagai orang yang ingin kamu manfaatkan. Dengan begitu kamu tetap bisa menghargai tenaga dan waktu yang dimiliki orang lain.


4. Manfaatkan gadget dan internet di manapun kamu berada


Bekerja di zaman sekarang ini, harus melek teknologi, guys. Saat kamu sakit atau tiba-tiba tidak bisa ke kantor, kamu tidak perlu panik. Manfaatkan laptop, smartphone, dan internet untuk mengerjakan pekerjaanmu di rumah dan kirim laporan ke kantor melalui email. Kamu tidak perlu ragu untuk menggunakan berbagai aplikasi yang telah disediakan di perangkat tersebut. Tidak hanya itu, jika kamu memiliki dokumen penting yang harus segera kamu serahkan ke atasan namun kondisi kamu sedang terbaring sakit dan tak berdaya, kamu bisa memanfaatkan ojek online yang bisa membantu mengantarkan dokumenmu dengan selamat ke kantor. Berpikirlah terfokus, bayangkan efek baik dan buruknya, lalu bertindak. Rasa panik dan kesal hanya akan memperlambat dan membuang waktumu.


5. Ketahui apa yang kamu inginkan dan berani mengambil resiko


Poin ini yang paling penting, guys! Salah satu perbedaan antara kerja keras dan kerja cerdas adalah cara kita fokus pada hasil. Pekerja keras biasanya akan lebih fokus pada pekerjaan hari ini, keuntungan hari ini, kinerja hari ini. Sedangkan pekerja cerdas biasanya akan fokus pada hasil, manfaat, dan kinerja dalam jangka panjang. Keduanya merupakan trik kerja yang bagus, hanya saja jika bisa melakukan keduanya dengan mengurangi intensitas tenaga dan waktu yang dihabiskan sedikit, tentunya akan ada sebagian tenaga dan waktu yang bisa digunakan untuk membahagiakan diri sendiri, tapi pendapatan akan tetap mengalir.


Misalnya, saat bekerja di sebuah perusahaan, kamu diam-diam mengumpulkan modal. Nah, kamu bisa menggunakan modal yang sudah kamu kumpulkan dari kerja keras untuk membuka usaha kecil-kecilan yang masih bisa kamu tangani sendiri. Namun, jika kamu sudah membuka usaha dan serius tentangnya, otomatis kamu harus membagi pikiran menjadi dua pekerjaan sekaligus. Seorang pekerja keras yang cerdas dapat menangani hal ini hingga usaha kecilnya semakin membesar, jika demikian halnya maka keuntungan yang diperoleh pasti akan meningkat.


Tidak ada pekerjaan mudah di dunia ini. Semua pekerjaan itu sulit dan melelahkan. Hanya saja, banyak cara yang bisa kamu terapkan dalam pekerjaanmu, seperti fokus pada satu pekerjaan, atau mengerahkan segenap tenaga untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal, atau kamu juga bisa memanfaatkan kekuatan pikiran, komunikasi terbuka, dan teknologi yang ada untuk membantumu menyelesaikan pekerjaan. Jadi, daripada pusing milih kerja keras atau kerja cerdas, lebih baik kita gabungkan keduanya!

Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas



Kerja Keras atau Kerja Cerdas? Nih 5 Hal untuk Menyeimbangkannya Kerja Keras atau Kerja Cerdas? Nih 5 Hal untuk Menyeimbangkannya Reviewed by jessica widiasri on 1:41 AM Rating: 5

No comments