Nasib PSK Terancam karena adanya Clubhouse
Media sosial Clubhouse bermasalah di tengah lonjakan pertumbuhannya yang eksplosif. Platform tersebut dilaporkan memiliki lebih dari 10 juta pengguna pada pertengahan Februari. Permintaan rekening sangat tinggi sehingga banyak yang mencoba menjualnya hingga US $ 100 atau Rp1,4 juta.
Tapi masalah utamanya bukanlah penjualan akun, tapi penghapusan akun. Ini adalah masalah keamanan serius bagi pengguna yang tidak ingin mencampurkan kehidupan profesional dan pribadi.
Clubhouse mengharuskan pengguna untuk mendaftar dengan nomor telepon, dan memerlukan akses kontak di ponsel pengguna untuk mengirim undangan ke orang lain. Platform ini hanya bisa digunakan oleh orang yang menerima undangan, sehingga pengguna terpaksa membagikan daftar kontak untuk mengundang teman atau kolega.
Karena memiliki akses penuh ke daftar kontak pengguna, aplikasi akan meminta pengguna untuk mengikuti pengguna lain yang kontaknya ada di perangkat. Hal ini memungkinkan pengguna untuk melihat teman mana yang ada di Clubhouse, meskipun kontak tersebut tidak memiliki akun Clubhouse dengan nama asli mereka.
Konsep ini ternyata menjadi masalah serius bagi populasi rentan seperti pekerja seks komersial (PSK). Mereka kerap berusaha memisahkan kehidupan kerja dari kehidupan pribadinya, seperti dilansir situs Mashable, Kamis 4 Maret 2021.
PSK yang sedang berprofesi atau mantan pekerja seks seringkali menghadapi pelecehan, pemecatan dan konsekuensi lainnya. Akibat berada di Clubhouse, mereka bisa menghadapi bullying lagi.
"Daftar kontak saya sangat besar karena saya telah memiliki nomor telepon yang sama selama 15 tahun. Ada banyak jenis kontak yang saya ingin mereka tidak menyadari keberadaan saya di Clubhouse, dari anggota keluarga hingga mantan rekan kerja . Orang yang saya kenal saya sengaja tidak tahu tentang keberadaan saya di Clubhouse. Ceritakan detail pekerjaan saya di Clubhouse. Selain itu, saya juga tidak mau, "kata seorang pelacur yang tidak mau disebutkan namanya.
Ia pun mengaku bergabung dengan Clubhouse pada 30 Desember 2020. Nama pengguna yang tertera di aplikasi tersebut adalah personanya sebagai pelacur. Artinya, siapa pun yang memiliki nomor teleponnya dan bergabung dengan Clubhouse akan mengetahui pekerjaan aslinya.
Selain itu, dia juga menyadari bahwa menghapus akun itu tidak mudah. Untuk menghapus akun Clubhouse, pengguna harus mengirim email ke perusahaan. Namun faktanya platform tersebut, yang hanya bisa digunakan di iOS, tidak selalu merespon permintaan pengguna.
“Meski begitu, tim support Clubhouse tidak menghapus akun saya dan memberi instruksi untuk melakukannya di aplikasi. Tapi tidak berhasil. Hingga saat ini akun Clubhouse saya masih di platform,” ucapnya.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas


No comments