KEK Diharapkan Bupati Bogor Dapat Menyerap Pengangguran yang Kena PHK
Executive Chairman MNC Grup, Hary Tanoesoedibjo (ketiga dari kiri), saat peletakan batu pertama pembangunan Lido Arts and Music Center di MNC Lido City, Rabu (10/3/2021). Sumber foto: Warta Kota/Hironimus Rama
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT MNC Land Tbk (KPIG) berkolaborasi untuk mempercepat pengembangan Kawasan Lido yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), dengan membangun Lido Arts dan Music Center di MNC Lido City.
Bupati Bogor Ade Yasin berharap kehadiran Lido Musik dan Olahraga dapat menyerap banyak tenaga kerja.
“Karena tenaga kerja di masa pandemi ini banyak yang kena PHK dan lainnya. Semoga ini menjadi solusi bagi pengangguran di Kabupaten Bogor serta mempercepat pemulihan ekonomi,” kata Ade Yasin.
Masih terkendala masalah sengketa tanah dengan warga Desa Ciletuh Hilir
Di tengah pembangunan Lido Arts and Music Center, sayangnya PT MNC Land TBK belum menyelesaikan perselisihan dengan warga Desa Ciletuh Hilir, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terkait sengketa tanah dengan warga.
Proses pembangunan KEK MNC Land sudah berjalan, namun Kampung Ciletuh Hilir, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, masih bertahan.
Menurut kuasa hukum warga, Rudi Mulyana, belum ada kesepakatan antara warga dengan pengembang KEK MNC Land.
“Belum ada penyelesaian penanganan atas ganti rugi dan tanah garapan milik warga yang sudah digusur sejak 2018,” kata Rudi.
Belum lagi, konflik relokasi kuburan milik warga yang tidak tepat, dan saat ini sedang diproses hukum di Polres Bogor.
“Dalam pemindahan makam yang masuk kawasan KEK MNC Land diduga salah ambil mayat milik kerabat salah satu warga, dan sedang ditangani Polres Bogor,” kata Rudi.
Warga menolak pindah karena tidak ada kesepakatan tentang harga ganti rugi
Untuk pembebasan lahan milik warga, Rudi juga mengatakan belum ada ganti rugi yang sesuai. Menurut dia, penetapan harga ganti rugi tanah dan bangunan tidak sesuai, dan MNC Land terkesan asal menetapkan harga.
“Tidak ada tim aprasial yang menilai tanah dan bangunan, sehingga warga masih menolak, karena nilai yang ditawarkan belum sesuai untuk pindah ke tempat yang baru,” kata Rudi.
Menindaklanjuti permasalahan yang masih terjadi di kawasan KEK MNC Land, pihak hukum juga telah menyurati Dewan KEK untuk mempertimbangkan permasalahan yang terjadi di kawasan yang terkena dampak pembangunan.
“Hari ini, kami sudah layangkan ke Dewan KEK untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di MNC Land,” ucapnya.
Sandiaga mengatakan, pengembangan KEK Lido merupakan momen strategis untuk meningkatkan pariwisata dan perekonomian
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, pembangunan Lido Arts and Music Center di tengah pandemi COVID-19 dan keterpurukan ekonomi menjadi momen yang sangat strategis untuk membangkitkan pariwisata dan perekonomian Tanah Air Indonesia.
“Kami berharap pembangunan Lido Arts and Music Center ini akan mampu menciptakan lapangan kerja, peluang usaha dan pemerataan lapangan kerja bagi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten/Kota di sekitarnya,” kata Sandiaga, rabu (10/3/2021).
Sandiaga menambahkan, akan ada 21 ribu pekerja langsung dan 84 pekerja tidak langsung. Artinya lebih dari 100 ribu pekerjaan akan dihasilkan oleh MNC Group melalui Lido Arts and Music Center. Selain itu dengan hadirnya Lido Arts and Music Center, juga dapat menampung karya ekonomi kreatif Kabupaten Bogor dan Kabupaten / Kota lain di Jawa Barat, serta dapat merangkul desa wisata.
“Harapan kami MNC Grup komitmennya bisa jadi harapan kita agar segera bangkit dari pandemi dan keterpurukan ekonomi. Lido Arts and Music Center ini akan menjadi pariwisata berbasis kualitas berkelanjutan dan digital. Mudah-mudahan ini akan memacu geliat ekonomi agar kita bangkit di era digital ini," ujarnya.
Sementara itu, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menjelaskan Lido Arts and Music Center yang dimiliki sepenuhnya oleh KPIG ini dibangun di atas lahan seluas 5 hektar dengan konsep amphitheater menjadikannya yang terluas tempat festival musik dan seni luar ruangan di Indonesia.
Ini untuk menampung lebih dari 50.000 pengunjung dalam satu acara, tempat ini memiliki 4 panggung berbeda untuk menampung pertunjukan yang berbeda pada waktu yang bersamaan. Pembangunan Lido Music and Arts Center ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021.
Situs Bolatangkas Online | Agen Bolatangkas Online | Judi Bolatangkas Terpercaya | MediaTangkas

No comments